"HANYA SATU JALAN"

Salam Kasih Kristus,

Puji Tuhan! Pada kesempatan ini, kami, Panitia Natal ingin menceritakan dan membagikan pengalaman yang kami dapatkan dalam persiapan penyambutan Natal. Kami mengucap syukur bahwa Tuhan telah memimpin dalam setiap pergumulan-pergumulan yang kami hadapi. Pergumulan tersebut dimulai ketika mencari ketua panitia Natal dan juga siapa-siapa saja yang akan terlibat dalam kepanitiaan Natal tahun ini. Setelah kepanitiaan terbentuk mulailah segala kesibukan untuk menentukan program dan bentuk acara Natal.

Masing-masing sie, Sie Acara, Perlengkapan, Pubdok, Doa, Musik, Dana serta Sie protokuler dan Konsumsi, masing-masing sibuk menyiapkan tugas dan tanggung jawabnya. Dari semua itu kami memuji Tuhan kalau kami mendapatkan tema, bentuk acara (yaitu KKR), waktu pelaksanaan, tujuan dan sasaran (dalam proposal), serta jumlah dana yang kami perlukan. Kami sangat mengucap syukur, ibadah Natal dapat diselenggarakan di Hall Kampus I pada tanggal 20 Desember ‘98 (hari Minggu), pukul 16.30-20.00 WIB. Dengan tema "Hanya Satu Jalan" yang kami ambil dalam Injil Yohanes 14:6 dan ayat pendukung dari Kisah Para Rasul 4:12. Dan ayat inilah yang menjadi kerinduan dan landasan ibadah Natal kita, bahwa jaminan keselamatan hanya terdapat di dalam satu nama, yaitu Yesus Kristus dan keselamatan bukan didapat dari setiap usaha manusia atau kekayaan atau kedudukan atau kepandaian atau pun kecakapan manusia, tetapi keselamatan hanyalah anugerah Allah semata. Inilah yang menjadi kerinduan kami, dan mungkin teman-teman, agar setiap mahasiswa dan sivitas kampus (yang belum mengenal Kristus) bersama-sama mendengar Injil keselamatan tentang Yesus Kristus yang lahir ke dunia sebagai wujud nyata kasih Allah kepada seluruh manusia serta menempatkan pribadi Kristus yang memberikan anugerah keselamatan dalam kehidupan kita.

Dan akhirnya, inilah suka dan duka pelayanan kami dalam penyambutan ibadah Natal. Kami begitu merasakan pimpinan Tuhan. Secara manusia, kami takut ketika melihat kehidupan sehari-hari dan juga kemampuan, kecakapan kami atau hal-hal lain yang mungkin dapat mempengaruhi pelayanan kami, tetapi kami mengucap syukur karena melalui pelayan ini kami boleh belajar dan diajar untuk lebih mengasihi Tuhan dengan memberitakan kabar kesukaan (penginjilan) secara pribadi. Seperti yang dikatakan firman Tuhan, bahwa ‘orang yang mengasihi-Ku adalah orang yang melakukan perintah Tuhan’, seperti yang tertulis dalam Matius 28:19-20 (Amanat Agung). Dan biarlah segala puji, hormat dan kemuliaan dikembalikan kepada Tuhan Yesus Kristus yang bersemayam di tempat yang Maha Tinggi. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia, bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (trisan)