Ruang Tanya Jawab

Oleh : Florence

Talenta membuka kembali ruang tanya jawab yang cukup lama vakum. Jika Anda ingin bertanya. Silakan mengirim pertanyaan Anda pada Redaksi Talenta lewat pengurus/pelayan PO atau lewat E-mail : [email protected]. Pertanyaan dan jawaban yang akan dimuat pada Talenta adalah pertanyaan yang perlu/penting dijawab.

    1. Bagaimanakah cara untuk menentukan pasangan hidup yang sesuai dengan firman Tuhan?

    Di dalam memilih pasangan hidup, prinsip yang sesuai dengan firman Tuhan dan menjadi prinsip utama adalah:
    a. Seiman
    Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dengan Belial? Apakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2 Korintus 6:15)


    Firman Tuhan secara tegas menyatakan bahwa hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari calon pasangan hidup yang seiman. Ini merupakan langkah pertama yang final, yang menjadi keharusan bagi kita, sebagai umat percaya. Jikalau kita terlanjur menyukai seseorang yang belum seiman, janganlah terlalu naif untuk menjadikan ‘dia’ seorang Kristen selama proses berpacaran. Langkah yang benar adalah: injili terlebih dahulu, lalu uji imannya (apakah murni menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi). Setelah itu, pergumulan berpacaran dengan dia baru boleh dimulai.

    b. Harus berlawanan jenis


    Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku . Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
    (Kejadian 2:23-24)

    Prinsip ini juga menjadi keharusan yang final bagi kita di tengah dunia yang penuh dosa ini, dimana homoseksualitas dan lesbianisme menjadi hal yang lazim. Hal ini berarti pasangan yang sepadan dengan pria adalah wanita, dan pasangan yang sepadan dengan wanita adalah pria.

    c. Berbijaksana


    Apabila kedua prinsip utama sudah kita lalui, maka langkah selanjutnya adalah berbijaksana. Berbijaksana contohnya seperti mempertimbangkan berbagai hal yang menyangkut: ras, kedewasaan rohani, persamaan minat, gereja, karakter, dan lain-lain. Dalam hal ini setiap orang mungkin bisa berbeda pandangannya dan itu merupakan kebijaksanaan masing-masing pribadi.

    Langkah praktis : ( Menurut Bp. V.M. Sagala, M.Div.)
    1. Doakan dengan sungguh-sungguh.
    2. Yakinilah bahwa dia adalah calon dari Tuhan.
    3. Jalin hubungan secara wajar
    4. Nyatakan secara jujur.
    5. Gumuli bersama-sama.
    6. Jawaban.


    2. Apakah orang Kristen boleh putus selama berpacaran?


    Sebelum menjawab pertanyaan di atas marilah kita melihat pengertian berpacaran yang dirumuskan oleh salah seorang hamba Tuhan ini.
    Berpacaran adalah masa perkenalan antara dua pribadi secara khusus dengan tujuan pernikahan, tidak membuka hati lagi kepada orang lain; Suatu fase sesudah persahabatan dimana seseorang mencoba untuk memperoleh pengenalan pribadi yang realistis dan mendalam, masa menguji keberanian, tekad, perasaan untuk mempersiapkan diri memasuki fase pernikahan.
    Sebagai seorang anak Tuhan, kita harus selalu melangkah dengan hati-hati di dalam dunia ini. Semua yang kita lakukan, pikirkan, katakan, haruslah memuliakan Tuhan. Untuk menghindari putusnya suatu hubungan kasih hendaklah kita mengawali suatu hubungan yang baik (lihat no. 1). Dalam proses berpacaran haruslah kita tetap menjadikan standar Tuhan untuk mengukur segala sesuatu. (Proses berpacaran juga harus baik, kudus, saling terbuka, saling membangun, rendah hati, dll.)
    Yang harus diperhatikan:
    1. Motivasi
    2. Celakalah kita kalau kita memutuskan suatu hubungan dengan motivasi yang salah, dengan pertimbangan yang menguntungkan diri , yang tidak berkenan bagi Tuhan. Ujilah motivasi kita, apakah memang pemutusan hubungan adalah jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak? Apakah kita ingin memutuskan hubungan karena sudah bosan dan/atau menemukan orang lain? Apakah karena ia tidak mau menuruti saya?

    3. Pemutusan hubungan dengan cara yang benar

    Bicarakan dan diskusikan keputusan secara bersama-sama. Di dalam berpacaran harus ada komitmen yang jelas, sehingga seharusnya putus pacaran adalah pilihan yang terakhir. Apabila merupakan keputusan bersama, maka persahabatan masih bisa dilanjutkan tanpa harus saling membenci.

    3. Bagaimana mengatasi kejenuhan rohani dalam kehidupan kemahasiswaan dan sebagai pelayan Tuhan?
    Tidak ada resep yang manjur yang bisa diberikan selain pergumulan pribadi masing-masing dengan Tuhan. Penting bagi kita untuk mencari penyebab kemunduran kita. Kejenuhan rohani mungkin terjadi pada kita jika kita memang tidak pernah memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Inilah penyebab umum kejenuhan rohani, yaitu ketidakberesan hubungan kita dengan Tuhan, orang lain dan diri kita sendiri.
    Kemalasan dan ketidakdisiplinan kita di dalam melakukan perintah Tuhan, kedagingan kita, kepicikan pikiran, cara pandang yang salah, sampai kepada hal-hal kecil lainnya bisa menyebabkannya.
    Untuk memiliki kehidupan spiritual yang bertumbuh:
    1. Budayakan hidup yang penuh ucapan syukur kepada Tuhan atas segala perbuatan-Nya, rencana-Nya, dan anugerah-Nya yang pasti merupakan yang terbaik bagi kita.
    2. Teruslah membangun hati yang rindu untuk berkomunikasi dengan Tuhan kita.
    3. Hidup yang berbuah. Aplikasikanlah/lakukanlah apa yang telah diajarkan kepada kita.
    4. Ingatlah bahwa pertumbuhan rohani adalah salah satu proses yang panjang, yang merupakan kombinasi antara kekuatan Allah dan usaha kita. Usaha kita itu dapat diwujudkan dengan antara lain: perjuangan kita untuk mencoba terus memperbaharui rohani kita setiap hari, belajar dari kesalahan, berusaha keras menjadi disiplin untuk taat, bangkit dan meninggalkan kemalasan, maupun hal –hal lain yang menjadi duri di dalam kerohanian kita. Kedewasaan rohani memerlukan penyangkalan diri yang hebat dan diukur sepanjang hidup kita yang berkenan kepada Allah.

    Florence, S.Kom pernah melayani sebagai Sie Pembinaan Periode 1997-1998. Saat ini ia melayani sebagai Guru Sekolah Minggu