Persekutuan Oikoumene Bina Nusantara (PO Binus) adalah persekutuan mahasiswa Kristen yang bersifat interdenominasi, yaitu PO Binus tidak berasal dari suatu gereja/denominasi tertentu dan juga tidak berada di bawah suatu gereja/denominasi. PO Binus berasal dari mahasiswa, dikelola oleh mahasiswa, dan melayani mahasiswa.

    PO Binus awalnya berdiri dengan nama PO STMIK Bina Nusantara, karena saat itu kampus Binus masih merupakan STMIK (belum jadi Universitas seperti sekarang). Tetapi mulai tahun ajaran 1996-1997 PO STMIK Bina Nusantara berganti nama menjadi PO Binus sampai saat ini.

    Dulu PO Binus hanya memiliki dua persekutuan, yaitu PO Pagi dan PO Malam, tetapi karena pimpinan Tuhan, maka saat ini PO Binus memiliki 4 persekutuan, yaitu : PO KA, PO MI/TK, PO TI & Faks, dan PO Malam. Adapun pembagian ini disebabkan jumlah jemaat yang terus bertambah sedangkan kapasitas ruangan yang digunakan untuk persekutuan terasa semakin sempit, dan juga agar lebih banyak mahasiswa yang dapat dilayani.

    Di bawah ini adalah sejarah lengkap terbentuknya PO Binus :

    Persekutuan Oikoumene STMIK Bina Nusantara (PO STMIK BINUS) adalah suatu persekutuan yang terbentuk semata-mata karena kemurahan Tuhan. Berawal dari sekelompok mahasiswa Kristen, antara lain Yusuf Agustin Irawan alias Bayu (Angkatan 83), Suryaningsih Subeno alias Noni (Angkatan 84), Maria Arul (Angkatan 85) dan Indra Sumadi (Angkatan 85), maka pada hari rabu, tanggal 26 Maret 1986, pukul 8.30 WIB, PO STMIK BINUS terbentuk.

    Persekutuan ini pertama kali diadakan di rumah Maria Arul, Jalan Bakti Dalam IV No. 3D, Kemanggisan, Jakarta Barat, karena belum mendapat ijin untuk diadakan di lingkungan kampus. Walaupun demikian, hambatan ini tidak mengurangi kesetiaan mereka untuk tetap bersekutu bersama.

    Karena Maria Arul telah menyelesaikan studi dan kembali ke daerahnya, maka tempat Persekutuan pindah ke rumah Noni yang bertempat tinggal di Jalan Tanjung Duren Timur Dalam VI No. 4, Kemanggisan, Jakarta Barat. Dibandingkan dengan tempat yang pertama, rumah Noni lebih jauh dari kampus. Kesetiaan mereka diuji, karena dengan mengikuti acara PO STMIK BINUS, berarti mereka harus bergegas-gegas menuju rumah Noni, setelah jam kuliah kedua usai (pukul 11.10 WIB). Demikian pula setelah Persekutuan usai, mereka harus segera menuju kampus jika tidak ingin terlambat mengikuti kuliah berikutnya.

    Pada tahun berikutnya di sebabkan alasan yang sama yaitu Noni telah lulus. Persekutuan harus kehilangan tempat berkumpul. Tetapi Tuhan yang telah memulai pekerjaan baik ini, Ia juga meneruskannya sampai pada hari Kristus ( Fil 1:6 ). Karena kemurahan Tuhan, Fadjar ( Angkatan 86 ) dan keluarga, menerima POSTMIK Binus dengan tangan terbuka. Bahkan Bapak Drs Sudarso, S.H, Ayah Fadjar, yang juga menjadi Dosen Di STMIK Bina Nusantara banyak mengambil bagian dalam pelayanan ini. Selanjutnya, beliaulah yang menjadi penasehat dan pembimbing Persekutuan Keluarga ini bertempat tinggal di jalan Anggrek Garuda V, Blok E/14, Slipi Jakarta barat.

    Kasih dan pemeliharaan Tuhan yang tidak berkesudahan mengantarakan Persekutuan ini pada suatu kesempatan yang lebih indah. Tuhan yang penuh kemurahan menyalurkan kemurahan-Nya melalui Pimpinan STMIK Bina Nusantara, sehingga pada tanggal 7 Oktober 1988, PO STMIK BINUS untuk di lakukan dilingkungan kampus.

    Karena kerinduan beberapa mahasiswa yang sudah berkerja dan kuliah pada malam hari maka sejak awal tahun 1989 diadakanlah Persekutuan setiap hari sabtu, pukul 19.15 s/d 20.45 WIB dengan nama PO Malam walaupun tenaga dan pikiran mereka terkuras oleh pekerjaan maupun kuliah, kerinduan pada firman Tuhan dan persekutuan dengan saudara- saudara seiman tidak menghalangi mereka mengikuti Persekutuan dengan setia. Walaupun perkembangan Persekutuan Malam secara kuantitas tidak sepesat Persekutuan pagi, campur tangan Tuhan jelas terlihat dalam memelihara Persekutuan ini.

    Selain Persekutuan pada hari jumat dan sabtu PO STMIK BINUS juga membentuk kelompok kecil (kk) dan mengadakan perayaan Natal dan Paskah , serta Kamp. Walaupun menurut ukuran mahasiswa acara-acara tersebut diluar kemampuan (sehubungan dengan dana dan persiapan lainnya ), dengan doa dan pergumulan yang cukup panjang acara -acara tersebut selalu berlangsung dengan baik tanpa kekurangan suatu apapun. Bahkan semuanya ini membuat anggota PO STMIK BINUS semakin mengenal Allah .

    Ada beberapa mahasiswa STMIK BINUS yang menyatakan pernah mengadakan persekutuan sebelum tanggal 26 maret 1986 dengan nama persekutuan Doa Batu Karang. Kami menganggap sejarah yang ditulis ini adalah sejarah persekutuan yang menanamkan dirinya Persekutuan Oikoumene STMIK BINUS. Sekiranya Persekutuan tersebut memang pernah ada, kiranya Tuhan yang memberkati mereka yang pernah terlibat di dalamnya. Sejarah ini ditulis semata-mata untuk membantu setiap pengurus dan pelayanan di POSTMIK BINUS untuk selalu mengingat dan mempermuliakan nama Tuhan kita, yang telah memulai dan memelihara Persekutuan ini.